Cerita Sex - Yanti orang nya benar2 cantik,, imut rambut nya lurus se-bahu. kulitnya putih layaknya gadis chinese umumnya,, dadanya memang tidak terlalu besar, biasa2 saja tapi bentuk nya benar2 indah Dia anak pertama dari 2 bersaudara, adiknya perempuan.
Yanti bisa di bilang anak ‘lonely’, alias jarang di perhatiin orang tua nya Ayah nya bekerja di kantor Gurbernur dan Ibu nya seorang dokter gigi keduanya sering keluar kota dan jarang di rumah. Singkat nya, Yanti adalah gadis Jawa yang kaya, yang punya rumah sangat besar, namun kurang perhatian orangtua.
Pada suatu malam minggu, aku hendak menjemput Yanti untuk jalan2 seperti malam minggu biasa nya seperti biasa, ku telpon dia jika sudah sampai di depan rumah nya setelah dia membukakan pintu, aku pun di persilahkan masuk oleh Yanti
“james, kamu tunggu di kamar ku aja, aku mau mandi dulu” kata si Yanti
“oh,, iya deh ay” jawabku.
aku pun masuk ke kamarnya di lantai 2, ku lihat2 koleksi komik2nya yang bertumpuk, sementara Yanti bersiap untuk mandi di kamar mandi dalam kamar nya selama Yanti sedang mandi, aku sibuk membaca komik2nya sekitar 20 menit kemudian Yanti pun keluar dari kamar mandi
“hah segar deh” kata Yanti lega
“udah mandinya ay?” jawab ku sambil membalik badan ku untuk melihat Yanti yang keluar dari kamar mandi
Tapi di saat aku menoleh ke arah pintu kamar mandinya, betapa kaget nya aku, si Yanti hanya menaruh handuknya di atas kedua bahunya sambil mengeringkan rambutnya tentu saja aku mau tidak mau melihat badannya yang tak ditutup oleh handuk walaupun sepintas, aku mengaku terangsang karna melihat tubuh Yanti yang mulus putih dan imut itu
“Loh, ay kamu ngapain. cepat tutup badan mu pake handuk!!” perintah ku sambil menutup mataku dengan komik Yanti yang ku baca, aku hanya takut kalau setelah kejadian ini, keadaan tambah buruk
aku tambah kaget setelah Yani bilang, “aduh,, santai aja lah, ay” sambil lanjut mengeringkan rambut nya
Sebenarnya,, sejak kejadian itu, aku jadi agak sedikit takut untuk berkunjung ke rumahnya lagi tapi aku mencoba untuk menahan nafsu ku yang membara setelah pertama kalinya melihat tubuh Yani.
Malam minggu berikutnya, aku kembali menjemput Yanti di rumah nya Orangtua Yanti lagi2 keluar kota Setelah masuk ke rumahnya, aku di suruh nunggu lagi di dalam kamarnya Seketika perasaan ku kembali deg2an
“ay, Yanti pengen ngomong2 bntar.” kata si Yanti
“mo ngomong apa ay?” jawabku
“kamu sebenarnya sayang ga sama aku?”
“loh, ya jelas lah ay, koq nanya kayak gitu?” aku heran.
“habis nya setiap aku pengen goda kamu, kamu kayaknya menghindar gitu, emang nya kenapa sih?” tanya Yanti dengan wajah cemberut bercampur marah
“yahh,, ga gimana2 ay aku cuma takut aja nanti malah terjadi yang engga2” jawab ku sedikit nge les padahal sebenarnya aku memang sedikit nafsu
“hmm, terus memangnya kenapa kalo kejadian? kamu takut? takut karna kita beda agama?” tanya Yanti dengan suara imutnya
belum sempat aku menjawab pertanyaannya, Yanti tiba2 mencium ku Ciumannya jauh lebih ganas dari yang biasa kami lakukan aku pun mulai bergairah lidah kami beradu dengan ganas dan bisa kurasakan betapa basah nya bibir kami Yanti kemudian mendorong ku yang tadinya duduk di atas kasur, langsung dalam posisi berbaring.
“boleh kan , aku cuma pengen kamu ngerti aku aja, kita udah 2 tahun pacaran, aku cuma pengen bukti cinta kamu aja” tanya Yanti dengan wajah memelas
“kamu mau? kamu yakin dengan ini?” tanya ku sedikit ragu.
“aku mau memang nya kenapa kalau terjadi sesuatu, aku udah siap koq” jawab Yanti mantab
“ga apa2 Yanti juga penasaran gimana rasanya”
setelah itu, tanpa basa-basi, kulepas tanktop pink yang di kenakan Yanti kini ku lihat dadanya yang putih, mulus, halus, lembut, dan imut itu ku hirup aroma tubuhnya yang eksotis ku baringkan badan imut Yanti ke kasur dan mulai menjilati dadanya ku hisap dengan jumawa pentilnya yang pink dan imut itu hingga Yanti terus mendesah nikmat ku jilati lehernya yang eksotis sambil memainkan pentilnya dengan tangan ku Yanti terus mendesah dengan nafas yang terputus2.
setelah puas ku jilati seluruh badan atas nya, segera ku lepas celana pendek yang dikenakan Yanti beserta celana dalam putihnya yang agak basah karna cairan kewanitaannya tampaklah tubuh Yanti yang imut tanpa selembar kain pun yang menutupinya vagina nya putih mulus tanpa bulu sedikit pun perlahan ku buka vaginanya yang sedikit tertutup
merah merekah pertama kalinya ku lihat vagina seorang gadis SMP, begitu imut dan mulus ku jilati dan ku hisap perlahan vagina Yanti namun, baru ku sentuh clitoris nya dengan lidah ku, Yanti sudah mendesah bukan main
aku tidak peduli dan terus menghisap vagina Yanti dengan sesekali ku congkel2 vaginanya dengan jariku Yani tidak tahan dengan rasanya, sehingga sesekali dia menahan kepala ku agar tidak terlalu bernafsu
setelah puas membasahi tubuh Yanti dengan lidah ku, Yanti pun serentak membaringkan ku, di tariknya celana ku dan di lihatnya lah ‘adik kecil’ ku yang sudah agak basah itu, di hisapnya perlahan-lahan bisa kurasakan dia sedikit takut tapi tetap berusaha demi aku di masukkan nya torpedo ku yang berukuran sekitar 10 cm itu dalam2 di mulutnya ini pertama kalinya kurasakan torpedo ku berada di mulut gadis begitu panas dan sangat bergairah rasanya Ku akui Yanti benar2 berusaha demi aku torpedo ku sesekali menyentuh tenggorokan Yanti karena mulut Yanti kecil dan imut setelah agak lama aku di kocok, akhirnya aku klimaks











0 komentar:
Posting Komentar