Cerita Sex – Dua Tahun yang lalu Jackie pernah menawarkan koleksi lukisan milik orang tuanya kepada Beny, koleksi lukisan tersebut sudah berusia sangat lama. Beny tertarik dengan lukisannya tetapi Beny membutuhkan kendaraan untuk menjemput lukisannya karena kendaraan Beny sedang dipakai orang tuanya, oleh karena itu Beny pun mengajak saya ikut dengan bersamanya saya pun setuju saja. Perlu saya beritahukan, Jackie merupakan anak orang kaya yang sudah tercandu dengan putaw sehingga jika tidak mempunya uang untuk membeli putaw maka barang yang di rumah nya akan di jualnya.
Hingga akhirnya waktunya pun tiba, saya dan Beny pun berangkat menuju ke rumah Jackie, setelah kami sampai di depan pintu gerbang rumah Jackie, terlihat dua orang satpam berjalan ke arah kami dan menanyakan maksud akan kedatangan kami. Setelah kami jelaskan, satpam pun mengijinkan kami masuk ke dalam rumah dan menghubungi Jackie melalui telepon untuk memberitahukan bahwa terdapat tamu yang datang. Saya terpesona dengan rumah beserta dengan halaman rumah Jackie yang sangat luas dan mempesona, betapa kayanya harta orang tua Jackie. Saya berbicara dalam hati, dikarenakan Jackie yang sedang makan saya beserta Beny pun harus menunggu sebentar.
Sambil menunggu Jackie siap makan, kami pun berbicara dengan satpam rumah Jackie. Dalam pembicaraan kami, seorang satpam menceritakan bahwa Jackie sering membawa wanita malam-malam ke rumahnya ketika orang tuanya sedang berpergian. Setelah menunggu selama hampir 15 menit, akhirnya Jackie pun datang menjumpai saya dan Beny (saya memang seorang lelaki dan bukan seorang homo tetapi setelah melihat Jackie saya harus mengakui bahwa Jackie memiliki wajah yang sangat rupawan). Beny memperkenalkan saya dengan Jackie. Setelah berjumpa dengan Jackie, Jackie pun mengajak kami untuk masuk ke dalam rumah.
Setelah kami masuk ke dalam rumah Jackie,kami pun di persilahkan duduk di ruang tamu rumah Jackie. Tetapi tidak berselang lama Jackie pun mengajak Beny pergi entah kemana dikarenakan saya tidak diajak dan disuruh menunggu di ruang tamu rumah Jackie, saya yang mempunyai kebiasaan ingin tahu karena lama menunggu mereka berdua yang meninggalkan saya di ruang tamu, saya pun pergi mencari mereka berdua mengelilingi rumah Jackie yang luas dan indah itu. Saya menyusuri setiap ruangan yang ada di rumah Jackie tetapi semua terkunci dengan kuat, akhirnya saya pun mendapatkan 1 ruangan yang tidak terkunci dan terbuka sedikit. Karena rasa ingin tahu saya yang besar,saya pun membuka ruangan itu sedikit dan melihat ke dalam ruangan tersebut.
Sungguh alangkah terkejutnya, di dalam ruangan itu terdapat seorang wanita yang wajahnya sangat imut, cantik dan manis sedang tertidur pules dengan menggunakan duster. Akhirnya saya memberanikan diri meraba pahanya dan mengelusnya pahanya yang mulus,putih dan kelihatan bersih itu. Lalu saya menaikkan sedikit lagi dasternya dan terlihatlah sebuah celana dalam warna kunin. Saya meraba celana dalam perempuan yang sedang tertidur pulas itu dan menarik sedikit karet celana dalamnya, lalu saya pun mengintip ke dalamnya. Sungguh terkejutnya saya melihat Vaginanya tidak ada bulunya. Jantung saya berdetak kencang sekali dan keringat dingin mengalir deras dari tubuh saya. Lalu saya pun mencium celana dalamnya, tidak ada bau yang yang saya cium. Lalu saya menarik sedikit lagi dasternya ke atas dan terlihatlah perut dan pinggul yang mulus dan indah bak biola eropa beserta dengan mulus sekali tanpa ada kotoran sedikitpun di pusarnya.
Diakrenakan gairah saya yang sudah sangat tinggi dan tidak bisa di kontrol lagi, saya pun memberanikan diri untuk menarik perlahan-lahan tali dasternya itu, sedikit demi sedikit terlihatlah sebagian dadanya yang mulus, ingin rasanya langsung meremasnya, lalu saya pun menarik lagi tali dasternya ke bawah dan akhirnya terlihatlah pentil Intan yang bewarna merah muda. Jantung saya kali ini terasa berhenti, sayapun merasa tubuh saya menjadi kaku. Karena sudah tidak bisa menahan nafsu saya, saya pun menggelitik pentilnya dan memencet dengan lembut dan pelan payudaranya. Saya melakukankan dengan lembut, perlahan, sementara perempuan itu sendiri masih tertidur pulas. Setelah puas, saya pun menjilati dan mengulumi pentilnya.
Gairah saya pun semakin memuncak dengan beraninya saya pun menarik seluruh dasternya perlahan ke bawah sampai semua terlepas, perempuan itu kini hanya mengenakan celana dalam saja. Saya memandangi tubuh perempuan itu dengan penuh rasa kagum. Tiba-tiba perempuan itu sedikit menggerakan tubuhnya, saya mengira perempuan itu sudah terbangun, tertapi sungguh beruntung perempuan itu mungkin hanya sedang bermimpi. Saya pun mengelus tubuh perempuan itu dari atas hingga ke ke bawah. Puas mengelus tubuh indah perempuan itu, Saya secara perlahan-lahan menarik celana dalam perempuan itu ke arah bawah hingga lepas. sekarang perempuan itu tidak mengenakan 1 helai benang pun alias telanjang bulat. Betapa indahnya tubuh perempuan ini dengan memiliki wajah yang imut, cantik beserta dengan buah dada yang seukuran 32B serta vaginanya yang belum ada bulu sehelaipun.Agen Poker Terpercaya
Lalu saya mengelus bibir vaginanya yang mulus dan lembek. Terasa bau yang khas dari vaginanya itu! Dengan kedua jari telunjuk saya, saya membuka bibir vaginanya dengan perlahan-lahan, terlihat dalamnya bewarna kemerah merahan dengan daging di atasnya. Saya menjulurkan lidah saya ke arah vaginanya dan menjilat-jilat vaginanya itu. Saya bercampur rasa takut juga melakukan adegan itu. Saya tahu tindakan saya bisa ketahuan olehnya tapi kejadian ini sulit sekali untuk dilewatkan begitu saja.
Pada saat saya sedang asyiknya menjilat vaginanya, tiba-tiba saja perempuan itu terbangun. Saya pun sangat terkejut setelah mengetahui perempuan itu bangun. Untung perempuan itu tidak teriak tapi hanya menutup dadanya beserta vaginanya dengan kedua tangannya. Mukanya yang kelihatan takut pun lalu berkata ”Siapa kamu, apa yang ingin kamu lakukan kepada saya?”. Saya langsung berpikir keras untuk keluar dari kesulitan ini. Lalu saya mengatakan kepada perempuan itu: "hei, saya melakukan ini karena Jackie yang mengijinkannya”. Perempuan itu kelihatan tidak percaya lalu berkata ”Tidak mungkin, abang saya sendiri yang menyuruh kamu untuk melakukan ini”. Saya pun mengatakan kepada perempuan itu lagi ”saya tahu Jackie abangmu sendiri, tapi dia punya hutang yang amat besar kepada saya, apakah kamu tega melihat abang kamu terlibat hutang yang amat besar, Apakah kamu tidak kasihan kepada abang kamu, kalau dia tidak melunasi hutangnya, dia bisa dipenjara ”kataku sambil berbohong kepada perempuan itu".
Saya berusaha menenangkan perempuan itu sambil mengelus rambutnya. Akhirnya perempuan itu pun terdiam. Sayapun dengan lembut menarik tangannya yang menutupi kedua buah dadanya. Perempuan itu kelihatannya pasrah saja dan membiarkan tangannya ditarik oleh saya. Kedua buah dadanya yang indah itu pun akhirnya terlihat kembali Saya mencium pipinya dan berkata “Saya akan selalu mencintaimu, percayala”. Saya meraba tubuhnya dan menarik tangannya yang menutupi vaginanya. Akhirnya dia menyerah dan pasrah saja terhadap saya. Saya tersenyum dalam hati. Saya langsung dengan bergegas membuka seluruh pakaian saya untuk segera menyelesaikan masalah ini.
Saya langsung melepaskan celana saya dan mengarahkan torpedo saya menuju ke vaginanya Sulit sekali awalnya tapi saya tidak menyerah. Saya lebarkan kedua kakinya hingga ia sangat mengangkang dan vaginanya sedikit terbuka lagi, saya hentakkan dengan kuat pantat saya dan akhirnya kepala torpedo saya berhasil masuk ke dalam vaginanya. Perempuan itu pun mencengkram tangan saya sambil mengeluarkan suara "aarghh..argghh...sakit!” saya sudah tidak peduli lagi dengan rintihan dan tangisan perempuan itu. Selang 5 menit saja saya sudah merasakan cairan hangat membasahi penis saya, pikiran saya perempuan itu sudah mencapai puncak kenikmatannya. Setelah bermain 15 menit lamanya, saya merasakan telah mencapai puncak kenikmatan, saya tumpahkan cairan kental saya kedalam vaginanya hingga tumpah ruah. Saya puas sekali. Saya peluk perempuan itu dan mencium bibirnya. Saya menarik keluar torpedo saya dan saya melihat ada cairan darah di kasurnya. Hilanglah sudah keperawanannya.
Setelah itu saya pun lekas berpakaian karena takut ketahuan oleh Jackie beserta Beny. Saya pun berkata kepada perempuan itu yang bukan lain adalah adik Jackie, "jangan bilang ke siapa-siapa yah“, perempuan itu hanya terdiam saja sambil menundukkan kepala dan menutupi kedua buah dadanya dengan bantal. Saya langsung keluar kamar dan menunggu saja di depan pintu masuk. Sekitar 15 menit kemudian Jackie beserta Beny keluar dari rumah sambil menggendong lukisan yang ingin di beli Beny. Ternyata Beny bukan hanya membeli lukisan saja tetapi juga membeli beberapa barang antik lainnya. Pantasan saja mereka lama.
Akhirnya saya dan Beny permisi untuk pulang. Kami pergi meninggalkan rumah itu. Beny pun puas dengan transaksinya dan saya pun puas telah mengambil Keperawanan adik Jackie.













0 komentar:
Posting Komentar