Cerita Sex - Namaku Fredy, 30 tahun seorang karyawan di salah satu perusahaan di Kalimantan. pengalaman saya kali ini, berawal dari beberapa tahun yang lalu, sekitar tahun 2004-2005, saat itu saya baru mendapatkan pekerjaan di pulau kalimantan sehingga untuk dapat membeli rumah dalam waktu yang dekat itu sudah pasti tidak mungkin bisa saya lakukan karena terus terang saja, saya belum mendapatkan tabungan yang cukup untuk membeli rumah. akhirnya saya pun memutuskan untuk kost didaerah sekitar kantor tempat saya berkerja.
Tidak lama kemudian saya pun berhasil mendapatkan tempat kos seperti yang saya inginkan, pemilik kos saya mempunyai cucu perempuan yang di waktu itu masih berada di bangku SMA, namanya adalah Siti. Siti merupakan sosok orang yang mengasyikkan jika dilihat, walaupun Siti masih berada dibangku SMA, Siti mempunyai bentuk tubuh yang montoq dan setelah aku banding-bandingkan, Siti ternyata mirip dengan seorang artis di Indonesia.
Singkat cerita, tanpa terasa 2 tahun sudah saya lewati, karena saya termasuk orang yang SKSD(Sok Kenal Sok Dekat), saya pun bisa dengan cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar Kost saya. karakter saya itulah yang membuat Siti semakin hari semakin tergila-gila dengan saya. Sampai suatu hari saya beranikan diri untuk mencium bibirnya, ternyata Siti tidak menolak malahan Siti membalas dengan sabil menikmatinya.
Aktivitas itu pun menjadi kegiatan rutin antara saya dengan Siti, sepulang saya dari kantor, saya pun memanfaatkan waktu luang saya sepi kost. Setiap melakukan hal itu dengan Siti, tangan sayang yang bandel juga tidak lupa untuk saya masukkan di balik celana dalamnya dan sedikit mencolek klitorisnya. walaupun saya hanya mencolek klitoris Siti, tapi setiap melakukan aktivitas itu, saya selalu mencapai klimaks.
Akhirnya pada suatu hari saya pun memberanikan diri untuk mengajak Siti melakukan yang lebih dari sekedar ciuman tetapi dengan bahasa tidak langsung. Kami berdua bertemu di sebuah mall di kota Pontianak bercerita panjang lebar sampai akhirnya saya pun harus mengantar Siti pulang ke rumahnya.
sesampainya di depan rumah Siti, saya pun memberanikan diri untuk bertanya kepada Siti seperti demikian.
“Siti, kamu sudah punya pacar belum??” tanyaku dengan muka yang tidak mencurigakan.
“Lagi single ini Mas(panggilan Siti ke saya )” jawab siti dengan sigap
“Oh iya, kamu masih ingat tidak saat saya mengajari kamu berciuman ??” godaku kepada Siti.
“Ihh, Mas ini Genit ya..” sambil mencubit lenganku dengan gemes dan mukanya yang senyum bak bahagia itu.
“Auuww..,” aku meringis kesakitan yang sebenarnya tidak sakit.
“Kamu mau tidak kalau mas meneruskan pelajarannya” tanyaku sekali lagi dengan sikap berani.
“Mau aja sih mas asal mas yang ajarin yaa” jawaban Siti yang membuat saya merinding.
Setelah kami bercanda ria dan bercerita panjang lebar di depan rumahya Siti, akhirnya saya pun memberanikan diri untuk mengajak ketemuan minggu depannya.
“Siti, minggu depan kamu ada acara tidak? ketemuan yuk?” kataku dengan sikap yang berani.
“Siti minggu depan tidak acara mas, ehm.. baik mas..” jawab Endah dengan sambil senyum manis.
“Tapi nginep di hotel mau tidak Siti?” kataku dengan perasaan yang sudah sangat berani.
“Kenapa harus samapi nginap di hotel mas? memangnya mau ngapain mas??” Siti membalas bertanya dengan tidak ada kecurigaan.
“Tapi kata Siti mau melanjutin pelajarannya, gimana aja sih Siti ini..” Saya pun mencoba memancing Siti.
“Nakal banget ya mas Fredy ini.”
Tanpa terasa akhirnya siti pun harus lekas masuk ke dalam rumah.
“Makasih ya mas sudah mengantar Siti pulang ke rumah Siti, sampai ketemu minggu depan mas,” sambil pamitan kepada saya Siti pun mengecup pipiku dengan bibir manisnya.
Satu minggu telah berlalu, tanpa berpikir panjang, saya pun segera meluncur menuju hotel yang sudah saya booking sehari sebelumnya, Jujur saja buat Siti ini adalah hal pertama kali masuk ke dalam hotel, sehingga Siti pun kelihatan sedikit kaku. setelah check-in, saya pun bergegas menuju lift untuk langsung masuk ke kamar hotel yang sudah saya booking.
Sesampainya di dalam kamar hotel
“Mas, aku mau mandi dulu ya..?” pinta Endah.
“Baik Siti, silahkan, apa mau mas yang mandiin saja?” godaku kepada Siti.
“Enggak ah, nakal ya mas Fredy ini..” sambil menjawab seperti itu, Siti pun bergegas menuju kamar mandi, dengan dibalut sehelai handuk, Siti yang memiliki tubuh moleq berjalan bak model menuju kamar mandi.
Mataku benar-benar tidak bisa berkedip melihat pemandangan tubuh Siti yang benar-benar menggairahkan Batinku. pikiranku melayang entah kemana saat membayangkan tubuhnya yang indah,mulus,putih seperti artis-artis.
10 menit kemudian Siti pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan gaun tidur yang benangnya sangat tipis bisa di bilang tembus pandang, Kegairahan sex saya pun naik ke puncaknya.tetapi saya harus berusaha mengendalikan gairah sex saya di depan Siti karena memang di depan Siti, saya merupakan sosok figur seorang abang yang baik bagi Siti.
“Oh iya Siti, kamu mau makan apa tinggal pesan saja,” tanyaku untuk menutupi gairah saya.
“Terserah mas saja deh” jawab Siti dengan lembut.
Singkat cerita, waktu sudah menunjukkan semakin malam dan tanpa terasa kami sudah bercerita panjang lebar, kami berdua bercengkrama, bercanda ria, sampai akhirnya pun telah tiba.
“Siti, kamu serius mau melanjutin pelajarannya??” tanya saya kepada Siti dengan muka yang serius.
“Eehh.. mau kok Mas Fredy,” jawab Siti dengan manja.
“Siti..ehh..” saya pun tidak meneruskan pertanyaan saya lagi karena dengan cepat dan sigap saya langsung menggerakan bibir saya untuk menyentuh bibir Siti yang manis dan merah pink itu.
“Mas..” Siti pun mendesah sambil memeluk badan saya, tangannya yang bandel mulai meraba daerah sensitifku, sesekali memainkan rambutku. Siti mengelus daerah vital saya sehingga membuat diri saya mendapatkan rangsangan yang sangat hebat.
Lidah Siti yang nakal, sesekali menjilati lidah saya yang sudah menjelajah seluruh bibirnya. jari-jemariku mulai bergerilya untuk melepas pengait BH Siti. Pengait BH Siti pun akhirnya terlepas, setelah pengait Siti terlepas saya pun memulai untuk membuka BH Siti dan mulai melakukan peremesan ke gumpalan siti yang memiliki puting susu yang berwarna merah pink itu.
45 menit kemudian sesudah peremesan bercampur dengan ciuman dan permainan vital ini terjadi, entah sudah berapa kali Siti orgasme. sampai akhirnya saya pun sendiri sudah merasakan klimaks sudah di ujungnya.
“Siti.. mas sudah mau keluar ini..” rintihku kepada Siti sambil melakukan permainan yang luar biasa nikmatnya.
“Iya mas, jangan ditembaki ke muka Siti ya mas..,” pinta Siti kepada saya dicampur rasa nikmat yang luar biasa.
“Iya.. Siti.. auuhh, tubuh Siti benar-benar montoq banget ya mulus,putih dan harum lagi.. uughh.”
Saya merintih nikmat saat Siti mulai mengocok alat vital saya untuk segera cepat mengeluarkan cairan kental,
“Siti.. ouughh mas sudah keluar ini..” argghhh... secepat kilat saya pun langsung mencabut torpedo saya dan mengarahkannya ke gumpalan dada Siti yang seukuran 34B itu.
“Auuww..” cairan kental saya yang keluar dari alat vital saya pun muncrat di gumpalan dada indah Siti. Siti pun menjilati torpedo saya dengan lahap sampai tidak tesisa sedikitpun spermaku yang keluar setelah saya menembakkan cairan kental saya di gumpalan dadanya.
“Mas, mas memang guru jempolan.. aku sudah 3 kali orgasme, mas Fredy baru sekali.. mas sangat hebat,” kata Siti usai menjilati torpedoku yang sudah dilumuri cairan kental.
“Kamu suka ya Siti?” tanya saya kepada Siti dengan rasa yang bahagia karena sudah berhasil mengeluarkan cairan kental.
“Suka banget mas, mas mau kan selalu berikan kenikmatan itu untuk saya?” balas Siti tanya kepada saya dengan gumpalan dadanya yang masih berlumuran cairan kental.
“Iya Siti, mas janji memberikan kenikmatan itu kapanpun Siti menginginkannya.”
Siti pun memeluk tubuh saya dan membimbing saya untuk ke kamar mandi, dan dalam kamar mandipun saya juga melakukan lagi sampai pukul dini hari. nikmat sekali bercinta dengan Siti yang merupakan Cucu dari pemilik kost tempat saya bertinggal, di lain sisi Siti juga baru pertama kali ini mengalami orgasme yang luar biasa dan sampai sekarang saya masih berhubungan dengan Siti, tepatnya saat Siti menginginkannya, saya pun segera mengatur jadwal saya untuk Siti.












0 komentar:
Posting Komentar